NgeBlog - Assalamu'alaikum Wr. Wb. Hai apa kabar sobat? Semoga selalu oke. Setelah sebelumnya saya memosting Apakah bisa menjalankan program PHP di Android

Dan inilah pola pikir remaja yang wajib diubah


Apa itu remaja?


Secara harfiah, remaja dapat diartikan sebagai masa perubahan menuju kedewasaan. Yaitu, perubahan dari yang awalnya anak-anak, menjadi dewasa. Remaja memiliki banyak perubahan, mulai dari perubahan fisik, hingga yang bersifat psikis.


Karena itulah, remaja cenderung susah dikontrol, dan tidak berpikir panjang. Remaja juga adalah masa dimana kita menentukan jalan hidup.

Mengapa demikian? Karena, mayoritas mengatakan bahwa "masa remaja adalah cerminan masa tua".

Jadi, masa tua kita nanti, dapat dilihat saat kita remaja.


Karena remaja masih mengalami perubahan, alias belum stabil.

Maka, pola pikir mereka pun belum terlalu baik.

Ada sebagian pola pikir remaja, khususnya indonesia yang patut dirubah.

Tujuanya, tentu untuk menciptakan generasi muda yang high quality.


1. Merasa keren saat merokok



Pertama, yaitu mereka akan merasa keren saat merokok.

Sebenarnya, poin ini tidak hanya ditujukan pada remaja, tetapi juga pada orang dewasa.
Pasti sobat sering melihat ada anak yang merokok dipinggir jalan, padahal mereka masih sekolah.

Dan lebih parahnya lagi, mereka berani merokok menggunakan seragam. Waduuh.

Mengapa demikian? Karena, mayoritas mereka merasa bahwa saat memegang rokok, mereka menjadi keren.

Ada juga sih yang cuma ikut ikutan trend.

Padahal, dibalik itu semua, saat anda menghisap sebatang rokok, sejuta penyakit akan datang.

Karena ingat "Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat"

Bagaimana mau membangun bangsa jika tubuh kita tidak sehat.


2. Merasa keren saat begadang dan bangun siang



"Begadang jangan begandang"

"Kalau tiada artinya"

Sepenggal lirik diatas, menggambarkan bahwa prilaku begadang adalah priaku yang kurang baik.

Ironisnya, saat ini begadang banyak dilakukan pemuda, yang tidak jelas tujuanya.

Mereka cuma ngumpul, ngopi, sama ngobrol.
Jika kita begadang, selain kesehatan yang terganggu karena kurang isitirahat, tetapi imbasnya anda juga pasti akan bangun kesiangan.

Jika anda pelajar, pasti disekolah akan mengantuk, dan tidak dapat menangkap pelajaran dengan baik.

Jika karyawan, mungkin anda akan kesiangan, dimarahi bos, potong gaji deh.

Jika berkaca pada negara lain, mungkin kebiasaan seperti ini sudah jarang sekali dilakukan.

Jadi, berhentilah untuk begadang.


3. Merasa bangga saat mengendarai dan memacu kendaraan



Saat ini, sering kita temui bocah dibawah umur yang sudah berani membawa kendaraan bermotor ke jalan raya.

Jangankan memiliki surat izin mengemudi, memiliki KTP saja mereka belum.

Ironisnya, orang tua mereka bukanya melarang, tetapi tak jarang mereka malah merasa bangga akan prilaku anaknya.

Apalagi jika remaja tersebut memacu kencang kendaraanya, mereka akan merasa bangga dan seperti diatas angin.

Padahal, jalan bukanlah temat yang aman, maut selalu mengintai mereka.

Jika kita teliti lebih jauh, di negara tempat kendaraan tersebut diproduksi, malah jarang ada yang menggunakan kendaraan bermotor.

Mereka lebih memilih menggunakan transportasi umum yang jauh lebih banyak manfaatnya.


4. Bangga saat datang terlambat



Poin ini biasanya dilakukan remaja yang masih menjadi pelajar.

Karena, tak jarang mereka yang datang terlambat, bukanya menyadari kesalahanya, malah dia merasa bangga akan kesalahanya.

Parahnya lagi, ada diantaranya yang sudah datang terlambat, eh pulangnya mendahului yang lain.

Lebih parahnya lagi, jika pola pikir dan kebiasaan ini terbawa sampai dewasa.


5. Merasa keren dan bangga saat menyalahi aturan



Aturan atau norma, adalah segala sesuatu yang sifatnya mengikat.

Biasanya, jika seseorang melanggar aturan, dia akan dikenakan sanksi untuk membuat efek jera.

Tapi, bagi para mayoritas remaja, melanggar aturan adalah hal yang bisa membuat mereka bangga.

Tak jarang dari mereka yang berani menceritakan pengalaman melanggar aturan kepada temanya.

Imbasnya, mungkin saja temannya tersebut mengikuti prilakunya.

Tentu saja jika ini terjadi, akan menyebabkan mata rantai yang susah diputus kan.


Biasanya, pola pikir remaja seperti diatas disebabkan beberapa faktor.

Dan faktor yang saya rasa paling mempengaruhi adalah lingkungan dan pergaulan.

Jadi, jika sobat seorang pemuda, mari kita ubah pola pikir dan prilaku yang kurang baik, menjadi lebih baik.

Karena, masa depan bangsa ada pada kita, kalau bukan kita siapa lagi.

Jika dibandingkan dengan pola pikir remaja luar negeri, saya yakin indonesia belum mampu mengalahkan.

Tapi, itu bukan berarti tidak mampu.


Sekian postingan kali ini. Mohon maaf bila ada kesalahan kata, Terimakasih. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.